jogja, 7 november 2008, angin puting beliung…
sore itu sama dengan berminggu-minggu sebelumnya.. dimana hujan selalu turun dengan derasnya.. sekitar pukul 14.40 WIB, angin semakin kencang menderu.. “hoi, apaan nih??!!” sahut hatiku. bagaimana tidak, sejak pukul 10.00 angin terasa kencang dan udara terasa begitu panas.
saat itu, pukul 10.00, aku dan dinar sedang bermain pingpong, angin terasa begitu derasnya menahan bola plintiran yang dilepaskan kami berdua. kadang angin bertiup ke arah utara, kadang malah sebaliknya. dalam hatiku aku berpikir, “kenapa angin hari ini ganas sekali ya? padahal ini baru jam 10an..” dengan culunnya, kita masih terus bermain pingpong tanpa mengetahui apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian.
jam menunjukkan pukul 14.20-an ketika aku sadar bahwa langit mulai gelap dan angin mulai bertiup kencang. karena pengalaman hujan deras beberapa minggu sebelumnya, aku berpikir akan lebih baik jika motorku aku pindahkan ke depan BEM yang lebih aman, setidaknya. beberapa orang mengikuti langkahku untuk memarkir motor mereka ke depan BEM. saat itulah aku menyadari, something is wrong, dude..
angin semakin kencang, kencang sekali!!!! orang-orang yang berada di sekitar taman mulai mengungsi. hujan belum turun, mengapa angin sekencang ini? apakah ini angin puting beliung yang disebut-sebut itu?. dedaunan yang terbiasa santai di kala hujan kini sibuk mempertahankan diri mereka agar tidak lepas dari sang pohon. sementara itu, di langit, para burung yang biasanya berumah di kawasan hutan lindung UGM, Wanagama, tidak dapat melawan kuatnya angin yang berhembus. mereka seperti mematung di angkasa, tidak bergerak. mereka seperti pasrah pada angin yang akan membawa mereka entah kemana. pohon kenanga di taman, pohon tertinggi di kampusku itu, dengan santainya melenggok ke selatan, melengkung, memperlihatkan akrobatnya yang terbaik untuk mencegah bagian atasnya tidak patah. perhatian, ini belum hujan ya. mengerikan, begitu aku berpikir bahwa sebentar lagi listrik akan mati, ternyata benar, listrik segera padam. BLEEEENG…. semua surfer yang sedang asyik berebut masuk ke dalam BEM, aku hanya bisa berdiri di depan pintu BEM kala hujan mulai turun.. deras.. deras sekali..
apa jadinya kalau hujan deras dicampur dengan angin puting beliung?? CHAOS. berkali-kali komat kamit menyebut nama Allah terdengar di dalam BEM, di samping telingaku. aku hanya menganga menatap alam yang sedang marah. suara semacam kraaaak!! dueeer!! kerapĀ terdengar, papan-papan pengumuman jatuh. atap plastik parkiran motor terbang berpuluh-puluh meter dari tempatnya ditempel, menabrak pohon dengan bunyi yang memekakkan telinga. jika batang saja patah, apa jadinya dengan ranting kecil?? teman-teman dengan panik mencoba menelpon relasi terdekat mereka, entah keluarga, teman dekat, pacar. di tengah situasi sepanik itu, sang sinyal seakan lenyap, sulit sekali untuk menghubungi siapapun. kami berpikir mungkin BTS di lingkungan RSUP DR. Sardjito sudah rubuh sehingga menyulitkan kami untuk bertukar informasi dengan orang lain di luar farmasi.
begitu mereda.. aku dan radif mencoba untuk memperbaiki posisi motor yang pada ambruk, dengan kamera HP seadanya, aku merekam dan mengambil beberapa gambar yang kurasa bakal memorabel. aku dan radif berkeliling kampus dan melihat beberapa fenomena unik, seperti fakta bahwa semua jalan darat yang menghubungkan farmasi dengan dunia luar sekarang terkunci. dan orang-orang yang sadar sajalah yang dapat membukanya. kami bertemu dengan mobil paling beruntung saat itu, letaknya dengan pohon besar yang tumbang hanya 5 cm saja!! -koyo novel wae-.
teman-teman -terutama cowok- sadar bahwa hanya mereka lah yang dapat berguna -secara fisik- dalam situasi seperti ini. berkerja sama dengan pegawai dan satpam (aku dan radif bekerja sama dengan pak mardiyono sang satpam yang paling ramah), kita berhasil membuka satu jalan menuju dunia luar. setelah berusaha selama hampir 2 jam, akhirnya semua jalan berhasil dibuka. terima kasih buat temen-temen yang sudah bersusah payah pada tanggal 7 dan 8 november 2008. demi rumah kedua kita, kawan..






weleh, pohon tumbang hanya 5 cm saja…? wah seru kwi mah…… waaah ne eneng sing ngerekam iso diabadike…
Areep
November 9, 2008
sory pas sabtu kalian lg beres2 neng ngarep kantin aku bali ndisik hehehe… wetengku mules soale
Areep
November 9, 2008
hahahaha
pantesan mas tak cari kok nggak ketemu..
ditraktir lho sama kantin
hehehe
Puguh Indrasetiawan
November 9, 2008
huahuahahahaa.. itu aja di suru ama bapak, kalo enggak y g tak upload hehee…
tp ikhlas kok nguploadnya, yuuhuuu..
salam knal jg..
Budzee_Jogja
November 12, 2008
wiiii..ngeri, memorable..cocok di filemin tuh
abre
December 17, 2008
ya ampun gua trut brduka cita yea
zelya aghita
January 12, 2009