boku no sekai wa.. subarashii

IP: indeks prestasi

Posted on: 21 Januari 2011

Bulan Januari-Februari ini merupakan saat-saat yang menegangkan bagi para mahasiswa. Hehehe, betapa tidak, saat itulah rapor (dulu kita mbacanya rapot, wkwkwkw) yang berisi hasil perjuangan semester itu akan dibagikan. Ada yang sudah yakin bagus semua, ada yang was-was nilainya pas-pasan, ada pula yang sudah pasrah akan banyak mengambil remedial / semester pendek😀

Well, aku dulu termasuk yang was-was pas-pasan :p. Sejak semester awal, nilaiku berada di daerah perbatasan (bukan berkisar diantara 3,00 ≤ x ≤ 4,00 tapi antara 2,50 x ≤ 3,00 :D). Mungkin hal itu dikarenakan aku berada di lingkungan yang “menunjang” untuk mendapatkan nilai tersebut, hehe. Eh benar lho, pada saat yudisium, aku dan teman-teman seperjuangan (maksudnya sebaris duduknya pas kuliah dan sepermainan) memiliki nilai IPK (indeks prestasi kumulatif) yang MIRIP, sungguh terlalu, super mirip!!

Bicara soal IP tidak lepas dari yang namanya nilai (yo iyo to yoo…). IP yang baik (menurutmu berapa?) akan menentukan masa depan kita di semester selanjutnya. Bersyukurlah wahai yang kuliahnya dari semester awal sampai akhir diberikan sistem paket, anda sangat beruntung (maka bersyukurlah). Bagi yang tidak paket, nilai IP yang kurang bahkan pas-pasan akan memperlama masa studi anda.

Ada lagi fakultas yang mengadakan perbaikan dengan cara remedial (dulu di SMA kita mbacanya her :p). Ada juga yang dengan sistem semester pendek, atau bahkan tidak ada (jadi harus mengambil semester panjang tahun depan, alamaaaak…). Sekali lagi, anda yang sistemnya remedial harus bersyukur karena tidak harus kuliah dan bisa langsung mengulang untuk mendapatkan nilai yang lebih baik🙂.

Setelah bersemester-semester, kita akan menyadari bahwa nilai yang kita peroleh semakin banyak (apakah bebannya juga? Hahaha). Bagi yang nilainya selalu baik maka dia memiliki beban mengulang yang sedikit, dan sebaliknya. Ada juga yang nilainya pas-pasan semua, nilainya tanggung, mau dinaikkan kok rasanya sulit, hehehe. Saya termasuk yang menganggap nilai B itu sebuah hal yang patut disyukuri, meskipun jika anda menjadi kolektor nilai B, anda tidak dianggap “pintar” oleh indeks prestasi.

Ada juga yang pusing tujuh keliling ketika melihat nilai B di dalam IPnya (mungkin nilai B-mya itu nyelip diantara nilai A). Ada yang pusing empat belas keliling melihat nilai teman-temannya yang lebih tinggi. Hmm, bisa saya katakan, in my humble opinion, orang yang seperti itu mungkin kurang bersyukur🙂. Musuh yang harus ditaklukkan bukanlah teman kita, melainkan diri kita sendiri.

Saya sih memang bukan termasuk pengoleksi nilai A semasa kuliah S1 dan profesi. Nilai saya lebih banyak berada di B daripada A. Saya selalu berpendapat bahwa nilai IP (atau IPK) itu bukan yang utama dalam kuliah. Masih banyak yang bisa kita lakukan di dunia kampus daripada meratapi nilai. Nilai memang penting, penting sekali, namun bukan yang terpenting. Tidak jarang juga saya merasa down ketika melihat nilai saya yang kalah jauh dibandingkan teman-teman (yang bukan seperjuangan :p). Namun setiap kali saya merasa iri, saya selalu teringat, bahwa yang harus saya khawatirkan adalah diri saya sendiri.

Nah, seberapa pentingkah nilai IP menurut teman-teman semua? Buat saya, IPK itu ada di nomor yang bukan nomor satu dalam daftar nilai penting dalam diri saya hehehe (ngeles, maklum penunggu zona pas-pasan semasa kuliah). Tidak semua teman yang kita kenal bernilai baik (atau cumlaude) itu tahu apa yang mereka lakukan lho, mereka semata-mata melakukannya agar cum laude (baca: dapat pujian) saja, nilainya tinggi. Tapi juga pastilah ada teman-teman yang bernilai baik yang mengerti apa yang mereka kerjakan🙂.

Perlu diingat bahwa dalam dunia NYATA (dunia sesudah kuliah), IPK tidak ada gunanya kecuali cuma sebagai syarat awal saja. Kemampuan soft skill seperti kemampuan berbicara, kemampuan bekerja sama, menempatkan diri, leadership, pengalaman kerja dan organisasi dan hal lain untuk bersosialisasilah yang lebih utama dalam kehidupan nyata (baca: setelah kuliah). Belum tentu yang IPKnya tidak “dengan pujian” tidak bisa meraih hal yang baik, lho

Ingatlah bahwa Yang Diatas pasti akan memberikan yang terbaik jika kita mau berusaha memperbaiki🙂. Jadi jangan down dulu ketika melihat rentengan nilai yang bukan A di rapor semestermu🙂. Pasti bisa diperbaiki sesuai dengan apa yang kau targetkan…!! ^^

*tulisan ini dibuat oleh saya yang merupakan penunggu zona pas-pasan semasa kuliah S1 dan profesi, yang hobinya foto dan suka ngumpul dengan angkatan yang lebih bawah di depan BEM. jadi mohon maaf bila subyektif sekali🙂

**Pernah menarget bahwa yang penting IPK diatas 3 semasa S1 dan akhirnya kesampaian serta menarget diatas 3,25 semasa profesi dan (juga kesampaian) >>> berarti apa yang kamu inginkan adalah apa yang kamu dapat, dengan Izin-Nya🙂

2 Tanggapan to "IP: indeks prestasi"

selamat….kita lulus dengan predikat (cum laude).

cum laude-nya diberi tanda kurung untuk mbedain dengan yang ngga diberi tanda kurung.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

tuiter saya

My Flickr Photos

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: