boku no sekai wa.. subarashii

Apotek: Bisnis dan Etika [newbie asal bicara]

Posted on: 4 Juni 2011

nulis apa ya?

Wah udah lama belum nulis lagi nih😀, maunya nulis tentang bisnis apotek yang terkadang melupakan ETIKA dalam mendirikan apotek. Mungkin yang bukan apoteker ketika akan mendirikan apotek pikirannya BISNIS saja, lupa bahwa apotek itu juga mempunya sisi ETIKA dengan apotek lainnya (baca : jarak antar apotek).

Memang sih jarak antar apotek itu tidak diatur dengan ketat, hanya merupakan imbauan. Tapi gara-gara kekurangtegasan dan lemahnya ETIKA antara pemilik apotek satu dengan yang lain lah yang menyebabkan terjadinya hal ini. Apoteker yang akan memulai bisnis apotek tentunya tahu apa itu ETIKA dalam mendirikan apotek.

Seperti layaknya dokter spesialis yang akan berpraktek, mereka akan searching dulu sekeliling mereka untuk mengetahui apakah tempat pekerjaan mereka tidak berdekatan dengan dokter spesialis yang sama, baik junior maupun senior mereka. praktek adalah HAK EKSKLUSIF para dokter, sedangkan mendirikan apotek adalah HAK SIAPA SAJA yang punya duit (correct me if i am wrong :) ).

Beda kan?

Calon PSA (pemilik sarana apotek) yang bukan lulusan farmasi mungkin saja menganggap apotek itu hanya sebagai LAHAN BISNIS dengan kurang menghormati ETIKA yang seharusnya ada. Apoteker yang akan mendirikan apotek tentu saja akan berpikir dua kali sebelum njejeri  (mendekati) apotek lawan, mengecek dulu jaraknya (kanan kiri atas bawah utara selatan barat timur) sebelum mendirikan apotek. Hal itu dilakukan karena Apoteker yang akan mendirikan apotek MASIH PUNYA ETIKA dan NURANI (meskipun beberapa apoteker juga tidak seperti apoteker yang menghormati apoteker lainnya🙂 ).

Tidak bisa dipungkiri, apotek dengan manajemen yang baik akan menjadi lahan uang. Sampai saking berambisinya, seolah tidak ada lahan lain,  mendirikan apotek baru hanya berjarak beberapa meter dari apotek yang sudah lebih dulu berdiri dikarenakan ambisi yang sama meraup keuntungan. Prinsip etika seolah dilupakan demi keuntungan bisnis semata.

Memang, tidak semua calon PSA yang bukan apoteker berpikir sesempit itu, kadang juga ada apoteker yang berpikiran sesempit itu, pikirannya “toh itu cuma IMBAUAN, bukan peraturan”. Pusing juga kan? Padahal di kuliah, calon apoteker tersebut (semoga kita-kita tidak termasuk, amiin!!) menerima mata kuliah ETIKA dan PERUNDANG-UNDANGAN. .. Giliran waktu akan mendirikan apotek, apoteker ini seperti lupa akan apa yang diperolehnya.. semoga kita-kita yang belum terlanjur begini segera sadar, apoteker lain pun masih “satu saudara”, masa soal etika saja (baca: pekewuh) kita ndadak belajar dari profesi lain?

hehehe

Sekian uneg-unegdari newbie, semoga bermanfaat, semoga yang belum melakukan hal seperti itu segera sadar, semoga yang sudah terlanjur bisa merenung dan introspeksi😀

4 Tanggapan to "Apotek: Bisnis dan Etika [newbie asal bicara]"

Sebelumnya hidup apoteker😀 saya sebagai mahasiswa yang baru lulus S1 dan melanjutkan ke Profesi Apoteker mendapat ilmu baru🙂 salam kenal yah😀

salam kenal juga🙂
semoga di masa depan, etika dalam pendirian apotek terutama jarak antar apotek kita jaga dalam upaya kita mengohrmati sesama apoteker🙂

ijin nubi *yang bukan apoteker ini* koment ya kang..^^

Ada satu problem di negara kita bahwa, pemetaan persebaran apotek belum datanya di dinas terkait. Inilah yang memang agak sedikit lebih kurang menimbulkan keengganan beretika.

Tapi alhamdulillah ada salah seorang apoteker *mau sebut nama boleh gak toh?? orangnya deket ma kita koq kang* yang sedang membuat pemetaan persebaran ini kang..So, kita tunggu data dari beliau, alhamdulillah segera publikasi dan bisa kita gunakan.

lanjut ya kang,
selain itu emang klo urusan “dapur” kyk gini emang agak susah. Sama seperti susahnya implementasi TATAP khususnya di daerah2.
So, ayo kang, galakkan anak2 BEM FA untuk kampanye beginiian.. koe kan isih deket karo mereka kang..

boleh2 aja lah ndut sebut nama, hhehehe

tapi masa’ gara2 persebaran yang tidak rata etika berkurang? rendah sekali dong mental kita sebagai apoteker? menghargai sesamanya aja kok sulit? pake2 alasan persebaran pula🙂

hehehe, coba deh nanti kutanyakan apakah mereka (anak BEM) punya wacana ginian ^^

thanks for commenting^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

tuiter saya

My Flickr Photos

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: