boku no sekai wa.. subarashii

Fotografi : Tonal? Itu mah Selera Masing-masing :)

Posted on: 14 Juni 2011

halo semua!🙂

Kebanyakan diskusi di suatu forum (entah internet atau diskusi langsung) membuka mata terhadap semua kemungkinan baru, termasuk pemilihan tonal-tonal dalam fotografi. Jujur saja ya, saya beberapa bulan yang lalu termasuk hobiis yang hobinya memilih tonal-tonal (warna) yang disesuaikan dengan apa yang saya lihat😀 , tapi setelah mengikuti sebuah forum selama beberapa bulan, saya jadi sadar tonal itu variatif!🙂

Ketika komposisi dalam suatu foto sudah tepat, yang kita lakukan selanjutnya adalah menentukan tonal / warna dari foto tersebut. Hal ini, menurut saya termasuk hal-hal yang bersifat personal.  Menurut saya sih sah-sah saja seseorang memilih tonal favoritnya, asal menempatkan foto-fotonya sesuai komunitasnya saja😀 . Jangan-jangan nanti penikmat warna asli kemasukan member baru yang demen foto-foto hitam putih😀

Yak! mari menuju penjelasan singkat yang pertama!😀

tonal (menurut saya) sesuai dengan keadaan asli

tonal (menurut saya) sesuai dengan keadaan asli

Gambar diatas adalah tonal-tonal dalam fotografi yang disesuaikan dengan kondisi aslinya. Gimana sih caranya? itu butuh latihan😀 karena foto yang kita olah sering kali tidak dalam satu waktu. Bisa saja setelah njepret, ngolahnya minggu depan, ya kan?😀

Diperlukan juga monitor-monitor dengan kalibrasi warna mendekati kenyataan untuk meyakinkan bahwa warna yang anda olah sudah mendekati warna asli yang anda lihat dengan mata kepala anda. Itu bagian sulitnya, tidak semua orang punya monitor terkalibrasi. Solusi? kalau menurut saya sih solusinya adalah berusaha dengan giat mengolah dan jangan menyerah dengan tonal-mendekati-asli karena menurut saya ini hal tersulit!🙂

tonal under saturation

tonal under saturation

Ketika sedang mengeksplorasi suatu foto, mungkin saja anda akan menemukan hal-hal unik seperi foto yang tonalnya tidak terlalu mirip dengan aslinya. Entah yang pucat atau warnanya hingar-bingar😀. Well, sekali lagi itu masalah personal, tidak ada yang salah ketika foto sudah di tempatkan di tempat yang sesuai🙂

Di gambar kedua, saya tampilkan salah satu opsi bagi para penyuka tonal dengan saturasi diatas normal (oversaturated) dan dibawah normal (undersaturated). Saya sendiri saat ini sedang menggemari tonal seperti ini karena menurut saya nuansa seni dari foto dapat muncul oleh pemilihan tonal yang undersaturated :)

tonal hitam putih

tonal hitam putih

Foto diatas lain lagi penikmatnya. ini termasuk salah satu opsi termudah menurut saya, merubah foto berwarna ke dalam foto hitam-putih. Tinggal cari converter gambar yang bagus, selesai deh, tidak perlu ribet dengan urusan tetek bengek warna😀

Masalah tonal di foto hitam putih adalah yang termudah, namum membuatnya tetap berbicara adalah yang tersulit. Tidak semua foto bisa berbicara setelah diubah menjadi hitam putih. Karena kesannya jadul / oldie dan tidak semua orang memahami makna jepretan hitam putih, termasuk saya yang sedang dalam proses lebih memahami🙂

Saya juga termasuk hobiis yang mulai menggiati memajang jepretan hitam putih seperti ini lho :D. Benar-benar suatu tantangan menciptakan jepretan bertonal hitam putih yang dapat berbicara :)

Sekian ngomong ngalur ngidul edisi kali ini, kalau ada salah mohon dimaklumi karena saya juga masih belajar🙂

salam sehat!! Jepret!!

4 Tanggapan to "Fotografi : Tonal? Itu mah Selera Masing-masing :)"

Mas bro, saya kutip tulisan sampeyan:
“Di gambar kedua, saya tampilkan salah satu opsi bagi para penyuka tonal dengan saturasi diatas normal (overexposure) dan dibawah normal (underexposure). Saya sendiri saat ini sedang menggemari tonal seperti ini karena menurut saya nuansa seni dari foto dapat muncul oleh pemilihan tonal yang underexposure”

Ngelindur lagi kayaknya sampeyan :D… kayaknya yang mau sampeyan sampaikan adalah over-saturated dan under-saturated ya? …

Exposure kan hubungannya dengan ‘pencahayaan’ sementara saturasi itu bicara warna.

Dan ya, saya setuju, pemilihan tonal adalah preferensi pribadi :-)…

malu banget :p
maklum mister, nggarapnya sambil hilir mudik antara nonton tipiwan (kasus nunun) *alasan*😀
nih sudah saya ganti, saya beruntung ada korektor yahud seperti mister yang membimbing tulisan2 nubi seperti saya🙂

terima kasih sebesar2nya nggih mister🙂, bener2 deh jadi tulisan berantakan kalau ngga dikoreksi tiap kali gini T__T

koyoe sesok pugi tak jadikan fotografer wedding ku deh…gratis yo gi… piye???? tak biayain wes ke SMD nya… mung wajib moto uakehh… soale kueren je… lumayan😛

waah di atas langit masih ada langiit🙂
masih biasa2 aja fotonya🙂

tapi kalau mau mbayarin sewa lensa + PP jogja samarinda aku tidak keberatan :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

tuiter saya

My Flickr Photos

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: