boku no sekai wa.. subarashii

Three-day trip to Makassar [luck session]

Posted on: 9 Oktober 2011

Email itu datang juga, sekitar 3 minggu yang lalu. email pemberitahuan yang berisi bahwa sidang monitoring dan evaluasi hibah penelitian yang kuajukan diundur menjadi tanggal 6-8 Oktober 2011, yang berarti aku bisa menyelesaikan tugas kepanitiaan lustrum bersama teman-teman se panitia😀

di email itu tertulis :

tempat : Makassar, Hotel Clarion

hotel tempatku menginap :3

hotel tempatku menginap :3

MAKASSAR!! sebuah kota nun jauh di Pulau Sulawesi sana yang nyaris tidak terpikir olehku untuk dijelajahi! Sebuah kota yang hanya bisa kurasakan dari cerita-cerita seorang teman yang pernah mengunjunginya dan mengelilinginya, sekarang akan kuinjak!

Alhamdulillah🙂

nah, setelah menyiapkan segala sesuatunya (tas gunung pinjaman, sepatu pinjaman dari ayah :p, slide presentasi dan barang-barang lainnya), aku siap berangkat!! Makassar!!😀

saya menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia yang harus transit di Jakarta dulu sebelum menuju Makassar, tak apalah, yang penting selamat sampai tujuan. Saya berangkat bersama seorang teman dari grup peneliti lain yang sekota, jadi ngga ndomblong sendirian kala menunggu transit di Jakarta selama hampir 3 jam😀

Seperti biasa, ketika akan terbang, kita diminta mematikan seluruh perangkat yang dapat memancarkan frekuensi (apa lah itu), nah, ponsel saya ya jelas saya matikan tanpa merubah jam ke WITA. eh sesampainya di Makassar sana, ketika saya hidupkan ponselnya, dia sudah pindah area waktu sendiri coba (ndeso super saya ini)😀

dan seperti biasa, setiap pesawat akan take off, itu menjadi saat yang paling mendebarkan untuk saya. nggak tahu kenapa sih, tapi rasanya takut aja ada apa-apa tiap peristiwa taking off terjadi.. aneh ya? hehehe

sky is beautiful!

sky is beautiful!

melewati gugusan pulau..

melewati gugusan pulau..

dan (lagi), stewardress di maskapai ini memang jauh lebih enak dipandang mata daripada maskapai lainnya #ups #hahaha

akhirnya!! sampai juga di Makassar! ternyata bandara Sultan Hassanudin ini terletak agak jauh di luar kota, tapi karena sekarang sudah ada Jalan tol yang menghubungkan antara kota dan bandara, waktu tempuh bisa dipangkas agak banyak. Saya diantar pak driver taksi menuju hotel Grand Clarion (nginep gratisan, dasar wong ndeso) Makassar.

sibuk, sibuuk~

sibuk, sibuuk~

Praktis kegiatan sejak Kamis malam sampai Jumat sore saya habiskan di hotel dan ruang seminar karena ini acara utamanya (bukannya ini acara sampingan ya? acara utama nya kan jalan-jalan? :p). Saya memresentasikan perkembangan penelitian saya yang didanai ini di depan para panel pakar, nantinya mereka akan memberikan saran yang terbaik bagaimana kelanjutannya. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti🙂

suasana ruang seminar presentasi

suasana ruang seminar presentasi

Jumat sorenya, kami manfaatkan untuk bersegera keliling Makassar dan mencari oleh-oleh!!😀

townlife

townlife

feeling hot? yes it is

feeling hot? yes it is

hayo nyebrang ngga di zebra cross :D

hayo nyebrang ngga di zebra cross😀

Kami langsung diantar pak driver taksinya melewati beberapa bangunan penting di Makassar, termasuk kediaman dari Jusuf Kalla, Wisma Kalla, cerita tentang Andi Mallarangeng, sebutan-sebutan berdasarkan kasta, rencana pengembangan kota Makassar dan lain sebagainya. Ternyata, usut punya usut, orang yang paling dihargai orang Makassar bukanlah Jusuf Kalla, melainkan Jenderal M. Jusuf !!

Kita langsung dibawa ke tempat mencari souvenir dan oleh-oleh, yaitu toko Sulawesi yang kata pak Drivernya paling murah dan komplit punya. Memang benar, meskipun tokonya kecil dan agak sumpek, tapi yang ditawarkan melebihi itu dan harganya murah!😀

bagian luarnya..

bagian luarnya..

sisi dalam toko sulawesi

sisi dalam toko sulawesi

Tidak lupa kami juga menikmati sunset di Pantai Losari yang terkenal itu, menikmati Pisang epe di pinggir jalan, sup saudara, sup pallumara, dan tidak lupa Mi Titi!!!😀

sunset time..

sunset time..

lapak pisang epe

lapak pisang epe

oh ya, hobi street and candid photography saya juga ndak padam lho😀

narsis!!

narsis!!

jangan ngelamun, kek..

jangan ngelamun, kek..

dan stranger shot!😀

awalnya saya sih cuma motret-motret candid gitu, tapi tiba-tiba ada yang berbicara “foto, foto” sambil mengikik, ternyata dua orang mbak-mbak. ya saya langsung tawarin aja deh, ternyata mau juga dipotret😀

hello strangers!

hello strangers!

Ya, Mi Titi sepertinya merupakan salah satu tempat yang harus didatangi pecinta kuliner di Makassar! ternyata ini adalah usaha keluarga, jadi ada beberapa cabang Mi Titi yang tersebar di kota Makassar ini. Saya malam sabtu itu sebenarnya sudah merasa kenyang dan berharap besok pagi sebelum berangkat pulang bisa mencicipi sejenak. Tapi ternyata seorang teman yang lama di Makassar bilang kalau jam 10 pagi bukanya, dan jam segitu besok paginya saya harus sudah di bandara!

walhasil saya jam 21-an WITA berangkat deh ke Mi Titi, pokoknya harus dicoba!😀

MI TITI MAKASSAR :D

MI TITI MAKASSAR😀

ini lho Mi Titi :D

ini lho Mi Titi😀

dan oleh karena itulah saya pergi tidur dengan perut yang sangat kekenyangan =________________=

finally, di hari ketika, saya tidak sempat ngapa-ngapain, tidak sempat mencoba sup konro, tidak sempat menyambangi Karebosi, tidak sempat mencicipi Coto Makassar, dan hal lainnya😦

Tetapi, diberikan kesempatan menginjakkan di bumi Sulawesi saja sudah merupakan anugerah yang tak terhingga buatku, belum tentu aku bisa kesini lagi dalam waktu dekat🙂

bagian dalam bandara sultan hassanudin

bagian dalam bandara sultan hassanudin

aku bersiap pulang...

aku bersiap pulang...

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

14 Tanggapan to "Three-day trip to Makassar [luck session]"

ga mampir nang manado boz

numpang komen yah
mmm, lum nyobain coto, konro bakar, nasi kuning begadang, jg lum ke karebosi, brarti anda baru ngerasain makassar 23%. hehehe next time di coba bro

hehehe
saya juga nyesel kenapa harus sesingkat itu perjalanan saya nih, harusnya saya tambah 1-2 hari lagi pasti kecoba semua tuh🙂

Alur cerita menarik, dengan foto-foto yang mantap. Seakan-akan yang baca “hanyut” dan ikut dalam trip tersebut.

Saluutttt!!!🙂

liat poto2 mu dadi pengen iso potography…..seneng liat keindahan alam…….keren gi…..

mas ini pake kamera+lensa apa sih?

saya pake D7000 + AFS DX 18-55mm f/3,5-5,6 G ED VR + AF 85mm f/1,4 D mas🙂

saya suka foto candidnya nih, terutama yang “feeling hot” & “smile”, klo boleh tau settingannya berapa mas? heheh
Maklum amatir nih.🙂

maksudnya tonal warnanya ya mas?
saya sih suka pake mode A (kalau di Canon Av) supaya ndak repot mas, bukaan lensa saya setel umumnya di bukaan f/2 yang tajam atau f/1.4 kalau cahayanya kurang baik🙂

wow lensanya mas, lensa 85mm mas, *ngiler

cuma punya sebiji lensa kok mas hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

tuiter saya

My Flickr Photos

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: