boku no sekai wa.. subarashii

Tips Minum Minuman Bersoda di Acara Pernikahan (baca: kondangan)

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 31 Desember 2011

hello, i am back! :D

 

weh mohon maap ya luama banget ngga nulis, belum ada ide juga :p

nah akhirnya ide muncul, siang tadi waktu saya sedang menghadiri resepsi pernikahan seorang teman lama. Biasa, diadakan di tempat yang luas dan lebar dengan berbagai makanan dan minuman yang siap kita santap sampai perut penuh kekenyangan, hehehe. Nah, apa yang baru kali ini dari pikiran saya?

Kita semua suka minuman bersoda, hampir pasti. Nah, masalahnya di pesta resepsi pernikahan begini kita belum tentu mendapatkan minuman bersoda dingin yang rasanya masih nendang, ya kan? Kadang-kadang kita malah dapet minuman bersoda dingin yang udah kelamaan (meskipun di wadah terlihat penuh) dan rasanya sudah tinggal manis karamelnya saja, ya kan? Untuk itulah kita membutuhkan sedikit trik jitu untuk selalu mendapatkan minuman bersoda dingin yang masih nendang!! :D

 

well, saya akan membagi informasi bagaimana kita bisa mendapatkan minuman bersoda yang masih segar saat berkunjung ke resepsi nikah! :D

“alaah, berita basi!” mungkin sebagian orang akan berkata begitu. Yaah, daripada ilmu keren ini dipendam begitu saja, lebih baik saya bagi :p

softdrink gratis yay!!

softdrink gratis yay!!

 

Hal terpenting yang harus kita perhatikan bersama agar mendapatkan minuman bersoda gratis yang masih nendang rasanya adalah MENEMUKAN TEMPATNYA!! :D

hahaha dudul! ya iyalah! :p

Di masa kini, biasanya minuman bersoda dingin (cold softdrinks) disediakan dalam wadak seperti foto diatas, umumnya lebih dari satu wadah juga, dan selalu terisi penuh bila stok botolannya masih ada, dan diusahakan untuk selalu disajikan dalam keadaan dingin. setelah kita berhasil melacak menemukan tempatnya, saatnye untuk menuju langkah kedua..

crate of softdrinks, lihat dulu lokasinya sama jumlahnya :p

crates of softdrinks, lihat dulu lokasinya sama jumlahnya :p

Langkah kedua adalah memperhatikan masih berapa banyak botol softdrink yang masih utuh, seperti di foto diatas. Konyol sih, tapi dengan memperhatikannya, kita jadi tahu kan kapan akan habis, atau ternyata sudah habis dan sudah pasti yang sedang disajikan itu rasanya nggak nendang lagi :D

Nah, kalau ternyata masih banyak, anda tidak perlu khawatir, anda bisa menyiapkan langkah ketiga seperti dibawah ini!

ini adalah saat saat genting! :D

ini adalah saat saat genting! :D

Ini adalah tahap terpenting dalam rangkaian trik ini! :D

Jangan lupa untuk sedikit meluangkan waktu untuk stand by di dekat wadah minuman ini karena biasanya dalam periode waktu tertentu seorang pegawainya akan mengisi ulang wadah yang mulai berkurang / kosong. Itu adalah kesempatan emas! haha, beneran lho!

Proses menuang gitu ngga butuh waktu lama kok, anda cukup berdiri di sebelah pegawainya, tunggu beberapa menit, dan voila! wadah terisi penuh softdrink segar yang rasanya masih nendang!! :D

 

silakan dicoba untuk mendapatkan sensasi minuman ringan gratis dingin yang masih nendang rasanya! :D

Three-day trip to Makassar [luck session]

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 9 Oktober 2011

Email itu datang juga, sekitar 3 minggu yang lalu. email pemberitahuan yang berisi bahwa sidang monitoring dan evaluasi hibah penelitian yang kuajukan diundur menjadi tanggal 6-8 Oktober 2011, yang berarti aku bisa menyelesaikan tugas kepanitiaan lustrum bersama teman-teman se panitia :D

di email itu tertulis :

tempat : Makassar, Hotel Clarion

hotel tempatku menginap :3

hotel tempatku menginap :3

MAKASSAR!! sebuah kota nun jauh di Pulau Sulawesi sana yang nyaris tidak terpikir olehku untuk dijelajahi! Sebuah kota yang hanya bisa kurasakan dari cerita-cerita seorang teman yang pernah mengunjunginya dan mengelilinginya, sekarang akan kuinjak!

Alhamdulillah :)

nah, setelah menyiapkan segala sesuatunya (tas gunung pinjaman, sepatu pinjaman dari ayah :p, slide presentasi dan barang-barang lainnya), aku siap berangkat!! Makassar!! :D

saya menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia yang harus transit di Jakarta dulu sebelum menuju Makassar, tak apalah, yang penting selamat sampai tujuan. Saya berangkat bersama seorang teman dari grup peneliti lain yang sekota, jadi ngga ndomblong sendirian kala menunggu transit di Jakarta selama hampir 3 jam :D

Seperti biasa, ketika akan terbang, kita diminta mematikan seluruh perangkat yang dapat memancarkan frekuensi (apa lah itu), nah, ponsel saya ya jelas saya matikan tanpa merubah jam ke WITA. eh sesampainya di Makassar sana, ketika saya hidupkan ponselnya, dia sudah pindah area waktu sendiri coba (ndeso super saya ini) :D

dan seperti biasa, setiap pesawat akan take off, itu menjadi saat yang paling mendebarkan untuk saya. nggak tahu kenapa sih, tapi rasanya takut aja ada apa-apa tiap peristiwa taking off terjadi.. aneh ya? hehehe

sky is beautiful!

sky is beautiful!

melewati gugusan pulau..

melewati gugusan pulau..

dan (lagi), stewardress di maskapai ini memang jauh lebih enak dipandang mata daripada maskapai lainnya #ups #hahaha

akhirnya!! sampai juga di Makassar! ternyata bandara Sultan Hassanudin ini terletak agak jauh di luar kota, tapi karena sekarang sudah ada Jalan tol yang menghubungkan antara kota dan bandara, waktu tempuh bisa dipangkas agak banyak. Saya diantar pak driver taksi menuju hotel Grand Clarion (nginep gratisan, dasar wong ndeso) Makassar.

sibuk, sibuuk~

sibuk, sibuuk~

Praktis kegiatan sejak Kamis malam sampai Jumat sore saya habiskan di hotel dan ruang seminar karena ini acara utamanya (bukannya ini acara sampingan ya? acara utama nya kan jalan-jalan? :p). Saya memresentasikan perkembangan penelitian saya yang didanai ini di depan para panel pakar, nantinya mereka akan memberikan saran yang terbaik bagaimana kelanjutannya. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti :)

suasana ruang seminar presentasi

suasana ruang seminar presentasi

Jumat sorenya, kami manfaatkan untuk bersegera keliling Makassar dan mencari oleh-oleh!! :D

townlife

townlife

feeling hot? yes it is

feeling hot? yes it is

hayo nyebrang ngga di zebra cross :D

hayo nyebrang ngga di zebra cross :D

Kami langsung diantar pak driver taksinya melewati beberapa bangunan penting di Makassar, termasuk kediaman dari Jusuf Kalla, Wisma Kalla, cerita tentang Andi Mallarangeng, sebutan-sebutan berdasarkan kasta, rencana pengembangan kota Makassar dan lain sebagainya. Ternyata, usut punya usut, orang yang paling dihargai orang Makassar bukanlah Jusuf Kalla, melainkan Jenderal M. Jusuf !!

Kita langsung dibawa ke tempat mencari souvenir dan oleh-oleh, yaitu toko Sulawesi yang kata pak Drivernya paling murah dan komplit punya. Memang benar, meskipun tokonya kecil dan agak sumpek, tapi yang ditawarkan melebihi itu dan harganya murah! :D

bagian luarnya..

bagian luarnya..

sisi dalam toko sulawesi

sisi dalam toko sulawesi

Tidak lupa kami juga menikmati sunset di Pantai Losari yang terkenal itu, menikmati Pisang epe di pinggir jalan, sup saudara, sup pallumara, dan tidak lupa Mi Titi!!! :D

sunset time..

sunset time..

lapak pisang epe

lapak pisang epe

oh ya, hobi street and candid photography saya juga ndak padam lho :D

narsis!!

narsis!!

jangan ngelamun, kek..

jangan ngelamun, kek..

dan stranger shot! :D

awalnya saya sih cuma motret-motret candid gitu, tapi tiba-tiba ada yang berbicara “foto, foto” sambil mengikik, ternyata dua orang mbak-mbak. ya saya langsung tawarin aja deh, ternyata mau juga dipotret :D

hello strangers!

hello strangers!

Ya, Mi Titi sepertinya merupakan salah satu tempat yang harus didatangi pecinta kuliner di Makassar! ternyata ini adalah usaha keluarga, jadi ada beberapa cabang Mi Titi yang tersebar di kota Makassar ini. Saya malam sabtu itu sebenarnya sudah merasa kenyang dan berharap besok pagi sebelum berangkat pulang bisa mencicipi sejenak. Tapi ternyata seorang teman yang lama di Makassar bilang kalau jam 10 pagi bukanya, dan jam segitu besok paginya saya harus sudah di bandara!

walhasil saya jam 21-an WITA berangkat deh ke Mi Titi, pokoknya harus dicoba! :D

MI TITI MAKASSAR :D

MI TITI MAKASSAR :D

ini lho Mi Titi :D

ini lho Mi Titi :D

dan oleh karena itulah saya pergi tidur dengan perut yang sangat kekenyangan =________________=

finally, di hari ketika, saya tidak sempat ngapa-ngapain, tidak sempat mencoba sup konro, tidak sempat menyambangi Karebosi, tidak sempat mencicipi Coto Makassar, dan hal lainnya :(

Tetapi, diberikan kesempatan menginjakkan di bumi Sulawesi saja sudah merupakan anugerah yang tak terhingga buatku, belum tentu aku bisa kesini lagi dalam waktu dekat :)

bagian dalam bandara sultan hassanudin

bagian dalam bandara sultan hassanudin

aku bersiap pulang...

aku bersiap pulang...

This slideshow requires JavaScript.

Stranger 13/100

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 2 Oktober 2011

Stranger 13/100 by puguhindra
Stranger 13/100, a photo by puguhindra on Flickr.

weell, ini adalah satu diantara 15 strangers yang kudapat, dari target 100 orang! :D

packing… packing…

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 25 Agustus 2011

selamat mudik buat yang mudik! :D

 

well, apa saja bawaan kalian yang mudik lebaran kali ini? kalau bawaan saya sih :

 

1. Baju, celana, daleman — checked

2. Buku bacaan — checked

3. Kamera DSLR dan kamera saku beserta perlengkapannya — checked

4. Charger ponsel dan kamera — checked

5. Puls buat online di jalan lewat ponsel — checked

6. Senter — checked

7. Peta Jawa — checked

8. Helm — hloh ngapain bawak helm?? wwkwkkw

9. sepatu dan sandal, plus kaos kakinya — checked

10. Flash disk 4 GB berisi semua lagu favorit buat disetel di mobil — sedang memilah-milah

11. Minuman dan makanan ringan (serta berat) untuk berbuka, ngemil dan sahur di kala perjalanan — sebagian checked

12. lightsaber warna biru — ngapain pulaa bawa ginian?? mau tempur bang? wkwkwk

13. Buku TTS, pensil dan penghapus — checked

14. Antimo — wah alhamdulillah saya tidak pernah mabuk selama perjalanan sejak kecil :D

15. Headphone buat ndengeri musik-musik yang tidak-cocok-di-telinga-orang-tua :Dchecked

16. Tablet PC — hah? ngga punya! -_____-”

17. Agustus 1945? — hormat senjataaaaa~~ GRAAAK!!! — jelas unchecked

18. Balsam, Safecare, dan antihistamin — antihistaminnya belum T____T

19. Mental baja nyetir di kala macet — checked

 

sepertinya itu yang akan saya bawa mudik mulai besok :D

 

apa saja bawaan anda, yang penting niat mudiknya silaturahmi! :)

 

selamat berpuasa! selamat mudik! selamat lebaran! selamat njepret!

 

Yang Nyeleneh dari Kluster Kesehatan Universitas Gadjah Mada

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 13 Agustus 2011

drive thru anda round thru :D

drive thru anda round thru

Kluster Kesehatan UGM terdiri dari Fakultas Farmasi, LPPT, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Mulai bulan ini, Agustus 2011, Rektorat akhirnya memberlakukan kebijakan KIK di kluster kesehatan setelah berbulan-bulan mengimplementasikannya di sektor sosial (sebelah kanan gambar itu, aslinya).

1. Lajur merah yang saya buat di gambar menandakan perubahan arah jalan yang mulanya dua arah menjadi satu arah, yaitu dari timur ke barat.

2. Lajur Kuning menandakan arah masuk dan keluar yang dimiliki Fakultas Kedokteran Gigi.

3. Lajur hijau menandakan arah masuk dan keluar yang dimiliki Fakultas Kedokteran.

4. Sedangkan lajur putih adalah jalur keluar masuk yang dimiliki oleh Fakultas Farmasi.

Ini dia yang nyeleneh, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi sudah mengimplementasikan sistem satu jalur lurus. Sedangkan Fakultas Farmasi? lihat dulu, untuk keluar saja harus memutari lingkungan fakultas! :D

Eh jangan salah, dikira saya ngeledek Farmasi, saya juga alumni Farmasi UGM lho,  :D

dan saya juga bangga dengan Farmasi! :)

iseng

Via Flickr:
testing the lowlight capabilities of this new Nikon D7000

despite it is a APS-S sensor camera, it performs quite good in near dark environment. Some issues said that the autofocus is a bit difficult in low light, yes it is but do not worry, this D7000 has AF assist! :)

Nikon D7000
ISO 6400
AFS Micro Nikkor 105mm f/2,8 @2,8

Location : Serangan Oemoem Satu Maret Monument, Malioboro, Jogjakarta

Fotografi : Berhemat Dengan Media Penyimpanan Anda

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 19 Juni 2011

Dunia fotografi mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika memasuki era digital. Mulai dari hasil yang bisa dilihat langsung dari kamera, sensitivitas sensor yang jauh lebih tinggi daripada era film, olah imej yang lebih dimudahkan daripada zaman film, dan lainnya seperti banyaknya jepretan yang bisa anda hasilkan dalam sehari.

Hal ini tidak terlepas dari peran kartu memori sebagai media penyimpanan pengganti roll film. Kartu memori (memory card) dapat menampung lebih dari apa yang bisa disediakan sebuah roll film, betul-betul melebihi ekspektasi! Anda bisa melakukan lebih dari 1000 jepretan dalam sekali hunting tanpa harus mengganti kartu memori di masa kini :D . Beda jauh kan, dengan apa yang bisa dilakukan sebuah roll film? hehehe

bermacam kartu memori

bermacam kartu memori

Untuk para Profesional, jelas hal ini adalah suatu hal yang sangat menguntungkan. Sudah ngirit, jepretan bisa segera dilihat dan dihapus ketika tidak cocok. Untuk para penyuka travelling alias jalan-jalan seperti saya juga menguntungkan dan semua orang yang memotret di era digital! Sungguh menyenangkan! :)

Tapi, di balik sisi baik selalu ada sisi buruk. Para hobiis yang berada di tingkat pemula seperti saya seringkali memotret terlalu banyak, membawa kartu memori dengan kapasitas yang (menurut saya) terlalu besar untuk ukuran sensor kameranya. Karena besarnya kapasitas memori tersebut, seorang fotografer terkadang menjadi kurang selektif  dalam menyimpan foto-fotonya. Pokoknya jepret dulu, pikir belakangan (tidak semua melakukan ini lho :) ).

Ada beberapa hal yang menurut saya bisa dilakukan dalam rangka selektif (dan hemat) diantaranya:

1. Seleksi foto di tempat (on site) harus selalu digalakkan. kenapa? Karena banyak foto yang seharusnya tidak berguna, tidak dilihat, tidak diolah, tidak diunggah, tidak di-print, memenuhi hard drive anda!! :D . Anda akan kebingungan ketika tiba-tiba porsi memori hard drive anda penuh foto-foto tidak berguna anda! :D

2. Gunakan kartu memori berkapasitas secukupnya. Sebagai contoh, sensor kamera DSLR 6 MP Nikon D40 saya, dengan kartu memori sebesar 1 GB saja saya sudah bisa mendapatkan >100 gambar berformat RAW, yang menurut saya lebih dari cukup dalam sekali hunting normal. Tentu saja sesuaikanlah besar kartu memori dengan besarnya sensor digital kamera anda :)

3. Yang ini mungkin tidak nyambung, tapi biasakanlah untuk selalu segera memindah foto hari itujuga ke dalam suatu folder di hard drive anda. Meskipun cuma lima buah foto dalam sehari. Perbuatan sederhana ini akan mencegah anda untuk menumpuk-numpuk foto di dalam kartu memori anda. Coba bayangkan, sudah memorinya terlalu besar dan foto-fotonya pun tidak terpilah-pilah, lalu kartu memori anda itu rusak atau hilang? berabe kan?

 

Itulah beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan dalam rangka menghemat isi kartu memori dan hard drive kita. well, jangan turuti tulisan ini bila anda memang membutuhkan storage yang besar dan dokumentasi foto yang banyak. Bisa saja foto-foto yang berada di dalam kartu memori anda bagus semua :)

 

stay selective and keep njepret!! :)

Fotografi : Apa sih Prime Lens itu?

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 17 Juni 2011

Kamera DSLR? checked

Kartu memori? checked

Status baterai? checked

Lensa? checked

Prime lens?

tunggu, tunggu, tunggu, apa itu prime lens??

Mari kita bahas bersama-sama :D

prime lens a.k.a fixed lens

prime lens a.k.a fixed lens

Dalam dunia fotografi dan film (dan yang lainnya yang menggunakan lensa sebagai salah satu alat perekam kejadian), prime lens berarti suatu lensa dengan focal length yang tetap. Prime lens sering disebut juga dengan fixed lens (pasti pernah dengar kan? hehehe :) )

Jadi, ketika melihat tulisan 50mm f/2 atau 200mm f/2 di tubuh lensa, kita dapat langsung menyimpulkan bahwa lensa tersebut punya satu jenis focal length saja :).

Terus apa dong maksudnya? beda gitu dengan lensa zoom kaya’ 18-70mm / 70-300mm / 200-400mm??

Ya beda! :D

Prime lens cuma punya satu focal length! Jadi para penyuka lensa zoom layak kecewa karena anda harus maju-mundur untuk mengambil foto yang pas buat anda :D

Dan berikut ini adalah beberapa karakter yang ada di dalam sebuah prime lens:

1. Karena setiap prime lens cuma punya satu jenis focal length saja, maka formula optik yang dikandungnya pun lebih simpel daripada lensa zoom. Bagian bergerak dari prime lens didesain lebih sedikit daripada lensa zoom dan dioptimasi untuk sebuah focal length saja :)

2. Karena cuma punya formula optik yang lebih simpel, maka pendesain lensa dapat mendesain prime lens dengan bukaan yang lebih besar daripada zoom lens (misalnya prime lens dengan bukaan superlebar f/1,2 atau 1,8). Lensa dengan bukaan besar dapat bekerja lebih baik dalam kondisi minim cahaya, dan tentu saja bokeh yang lebih menyenangkan! :D  Hal ini sulit diterapkan (bukannya tidak mungkin lho :D ) di lensa zoom, karena desain optik untuk zoom saja lebih ribet, apalagi menambahkan fitur bukaan lebar, pasti lebih ribet lagi formulanya, alhasil yang kena imbas nanti harganya :D )

prime lens dengan bukaan lebar, kaya' bolong ya?

prime lens dengan bukaan lebar, kaya' bolong ya?

3. kualitas optik yang lebih baik daripada lensa zoom. Karena bagian bergerak dari prime lens lebih sedikit, maka para pendesain lensa dapat berkonsentrasi lebih pada kualitas gelas-gelas yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar. So that is why some of us prefer prime lens than zoom lens, because they are sharper and optically better! :)

4. Yang ini agak sensitif , sebagian dari prime lens berharga lebih murah daripada zoom lens :) . Jadi biasanya sebuah prime lens yang murah menjadi sidekick lensa zoom bagi para fotografer. Tapi ya ada lho prime lens yang harganya juga bisa beli mobil minibus satu *hahaha, serius, tidak bercanda :D

5. Ini juga patut dipertimbangkan, umumnya bobot prime lens lebih ringan daripada lensa zoom, karena konstruksi didalamnya yang lebih sederhana, jadi jumlah beling-beling di dalamnya pun lebih sedikit, alhasil lebih ringan . Tapi ada juga lho prime lens yang berat banget, misalnya 400mm f/4, 600mm /f4 :D

6. Yang ini entah benar apa enggak (based on conversation), prime lens lebih sulit terserang jamur daripada lensa zoom. Bisa jadi hal ini logis mengingat pada lensa zoom terdapat lebih bagian bergeraknya, jadi lebih mudah bagi partikel-partikel dan mikroorganisme untuk memasuki sela-sela lensa. Sedangkan prime lens secara logis “lebih rapat” jadi lebih sulit dimasuki. Siapa yang mau ngetes hayo? :D

Memang sih, siapa yang tidak suka lensa zoom? sudah punya rentang focal length, bawa satu cukup buat segala aktivitas? Sering kali hal seperti inilah yang membuat kita seperti “malas”, karena untuk mendapatkan suatu komposisi kita cukup memaju-mundurkan lensa kita. Tapi bukan berarti saya menyalahkan yang punya lensa zoom lho, saya juga punya kok, tapi saya jarang menggunakannya :D

Dengan prime lens, apalagi misalnya hanyak sebuah lensa itu yang kita punya untuk dipasangkan di kamera kita, kita jadi lebih disiplin. Kita jadi lebih sabar, kita jadi lebih penuh perhitungan ketika akan mencetak komposisi yang sesuai, kita akan lebih menjiwai karakter lensa kita (karena bawaanya cuma satu *haha*). Memang sih, untuk mendapatkan komposisi yang sesuai, kita harus memaju-mundurkan kaki kita, bukan lensa kita, hehehe.

Saya sendiri punya dua tipe lensa tersebut, zoom dan prime lens. Prime lens  yang saya punya bukan ukuran yang biasanya dipakai (35mm atau 50mm), tapi entah mengapa saya sangat menikmati karakter prime lens saya meskipun untuk mendapatkan komposisi yang sesuai saya kadang harus mundur jauh banget, hehehe.

Sekali lagi, tidak ada yang lebih hebat, prime lens atau lensa zoom. Sekali lagi semua tergantung siapa yang memakai lensa-lensa tersebut. Dan pilihan untuk lensa-lensa tersebut juga pastilah masalah selera dan kebutuhan  :)

Salam sehat! njepret! :)

 

sumber : sini, sini, sini

Fotografi : Tonal? Itu mah Selera Masing-masing :)

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 14 Juni 2011

halo semua! :)

Kebanyakan diskusi di suatu forum (entah internet atau diskusi langsung) membuka mata terhadap semua kemungkinan baru, termasuk pemilihan tonal-tonal dalam fotografi. Jujur saja ya, saya beberapa bulan yang lalu termasuk hobiis yang hobinya memilih tonal-tonal (warna) yang disesuaikan dengan apa yang saya lihat :D , tapi setelah mengikuti sebuah forum selama beberapa bulan, saya jadi sadar tonal itu variatif! :)

Ketika komposisi dalam suatu foto sudah tepat, yang kita lakukan selanjutnya adalah menentukan tonal / warna dari foto tersebut. Hal ini, menurut saya termasuk hal-hal yang bersifat personal.  Menurut saya sih sah-sah saja seseorang memilih tonal favoritnya, asal menempatkan foto-fotonya sesuai komunitasnya saja :D . Jangan-jangan nanti penikmat warna asli kemasukan member baru yang demen foto-foto hitam putih :D

Yak! mari menuju penjelasan singkat yang pertama! :D

tonal (menurut saya) sesuai dengan keadaan asli

tonal (menurut saya) sesuai dengan keadaan asli

Gambar diatas adalah tonal-tonal dalam fotografi yang disesuaikan dengan kondisi aslinya. Gimana sih caranya? itu butuh latihan :D karena foto yang kita olah sering kali tidak dalam satu waktu. Bisa saja setelah njepret, ngolahnya minggu depan, ya kan? :D

Diperlukan juga monitor-monitor dengan kalibrasi warna mendekati kenyataan untuk meyakinkan bahwa warna yang anda olah sudah mendekati warna asli yang anda lihat dengan mata kepala anda. Itu bagian sulitnya, tidak semua orang punya monitor terkalibrasi. Solusi? kalau menurut saya sih solusinya adalah berusaha dengan giat mengolah dan jangan menyerah dengan tonal-mendekati-asli karena menurut saya ini hal tersulit! :)

tonal under saturation

tonal under saturation

Ketika sedang mengeksplorasi suatu foto, mungkin saja anda akan menemukan hal-hal unik seperi foto yang tonalnya tidak terlalu mirip dengan aslinya. Entah yang pucat atau warnanya hingar-bingar :D . Well, sekali lagi itu masalah personal, tidak ada yang salah ketika foto sudah di tempatkan di tempat yang sesuai :)

Di gambar kedua, saya tampilkan salah satu opsi bagi para penyuka tonal dengan saturasi diatas normal (oversaturated) dan dibawah normal (undersaturated). Saya sendiri saat ini sedang menggemari tonal seperti ini karena menurut saya nuansa seni dari foto dapat muncul oleh pemilihan tonal yang undersaturated :)

tonal hitam putih

tonal hitam putih

Foto diatas lain lagi penikmatnya. ini termasuk salah satu opsi termudah menurut saya, merubah foto berwarna ke dalam foto hitam-putih. Tinggal cari converter gambar yang bagus, selesai deh, tidak perlu ribet dengan urusan tetek bengek warna :D

Masalah tonal di foto hitam putih adalah yang termudah, namum membuatnya tetap berbicara adalah yang tersulit. Tidak semua foto bisa berbicara setelah diubah menjadi hitam putih. Karena kesannya jadul / oldie dan tidak semua orang memahami makna jepretan hitam putih, termasuk saya yang sedang dalam proses lebih memahami :)

Saya juga termasuk hobiis yang mulai menggiati memajang jepretan hitam putih seperti ini lho :D. Benar-benar suatu tantangan menciptakan jepretan bertonal hitam putih yang dapat berbicara :)

Sekian ngomong ngalur ngidul edisi kali ini, kalau ada salah mohon dimaklumi karena saya juga masih belajar :)

salam sehat!! Jepret!!

enjoying free time..

Posted by: Puguh Indrasetiawan on: 12 Juni 2011

enjoying free time.. by puguhindra
enjoying free time.., a photo by puguhindra on Flickr.

bapak-bapak ini saya temui ketika ada lomba perahu Naga di daerah bantul, Jogjakarta. keempat bapak yang beruban ini tampaknya sangat menikmati waktu bebas mereka dengan mengobrol di pinggir Bendung Tegal yang digunakan untuk lomba :)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya.

tuiter saya

My Flickr Photos

camera says, "just close your eye and let me do the rest, graduated lady"

Hero Polo

stranger 22/100

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.